Skip to main content

Posts

Sunset blast

Hari beranjak sore Terang pun mulai berganti kelam Burung burung terbang kembali ke sarang nya Di atas sana sang awan bergerak Menyusuri sisi sisi langit Namun sang surya tak tak lagi terlihat Hanya guratan warna jingga tertinggal di kaki kaki awan yang beranjak pulang

New day new year

Mentari baru terbangun dari tidurnya semalam Pagi nan indah Pagi nan cerah Warna emas menyelimuti alam raya Apalagi di pinggir pantai Pas air lautnya pun lagi surut Sehingga terlihat bayangan di atas air nya Aksi yang apik nan menawan dapat ter capture disini. Jadi terlihat siluet nya.

Peringatan tsunami

Tak terasa sudah memasuki tahun ke 14, setelah peristiwa yang sangat mengerikan melanda provinsi aceh. Peristiwa gempa dengan skala yang sangat besar yaitu sekitar delapan skala richter. Yang diikuti dengan naiknya air laut ke permukaan bumi atau lebih dikenal dengan nama tsunami. Lebih dari dua ratus ribu nyawa melayang kala itu, rumah dan gedung rata dengan tanah akibat peristiwa yang dahsyat tersebut. Hari ini, rabu dua puluh enam desember dua ribu delapan belas, kami disini, yang masih diberi umur ini, duduk terpaku, berzikir dan memanjatkan doa ke hadirat ilahi rabbi, sang pemilik kehidupan. Agar mereka mendapatkan tempat mulia di sisi Allah, sang pemilik alam alam  raya ini.

Ombak batu cadas

Di ujung depan sana, ada perbukitan yang terdiri dari bebatuan yang keras. Bukit batuan tersebut menjorok ke tepian laut. Sehingga hantaman ombak yang besar dan keras selalu menghantamnya. Akan tetapi bukit batu itu tetap tegar. Punya keinginan untuk menelusuri bukit batuan itu. Tapi tak ada jalan yang bisa dilalui. satu satu nya cara untuk bisa kesana adalah menunggu air laut surut. Sehingga kita bisa berjalan diantara celah celah bebatuan yang kokoh tersebut.

Lautan luas

Dari atas bebatuan cadas yang terbentang membentuk bukit kecil di pinggiran pantai. Selain bukit, dia juga merupakan pembatas antara pantai yang berpasir putih dengan bebatuan hitam nan keras. Dari ketinggian ini kita bisa memandangi hamparan luas samudera. Apalagi disaat cuaca cerah melingkupi alam semesta. Mulai dari atas berupa langit terlihat biru nya, hanya sedikit goresan awan tertulis disana. Sedangakan pada bagian alasnya berupa permadani biru yang merupakan air samudera luas. Sekilas terlihat beberapa potong pulau hijau nan imut di tengah hamparan permadani biru itu. Suasana pun terlihat begitu indah, damai, menyejukkan mata yang memandang. Sungguh indah ciptaan tuhan semesta alam. Mari bersama kita jaga keindahan ini, sehingga bukan kita yang hidup sekarang saja yang dapat menikmatinya. Tetapi hingga nanti anak cucu kita pun bisa merasakan keindahan yang melenakan mata ini.
Menapaki jalan setapak yang mendaki, terasa begitu berat dan melelahkan. Apalagi bila hal tersebut bukanlah merupakan sebuah hobi. Bila separuh perjalanan dalam pendakian kita, sejenak kita berhenti dan istirahat. Sambil melepaskan penat dan lelah, cobalah pandangi sekeliling kita, lihat juga ke bawah sana. Terlihat pemandangan yang begitu asri. Begitu memukau pandangan mata. Inilah alam kita, pasie data, aceh besar, provinsi aceh. Mari kita jaga kelestarian alam kita nan indah ini demi anak cucu dimasa yang akan datang

Kolam alami

Diantara bebatuan cadas terdapat genangan air disana.  Pada mulanya kupikir hanya air sisa hujan semalam yang gagal menuju tempat yang lebih rendah atau lupa cara balik ke pantai. Karena lokasi ini berada tepat di pinggiran pantai. Tapi tidak seperti pantai yang biasa kita temui yang memiliki pasir di tepian nya. Ternyata, air yang ada di dalam kolam datang nya dari celah celah bebatuan yang berada di tengah tengah nya dan bukan sisa genangan hujan. Jadi air disini keluar masuk melalui pintu sepesial tersebut. Airnya sangat jernih, ikan-ikan kecil yang penuh corak dan warna tertawa disela-sela bebatuan itu, saat kuterkejut melihat mereka menari-nari di dalam sana. Sungguh pemandangan yang sangat indah.